KONSEP PENGELOLAAN SATWA LIAR
Drs. Tatang S. Erawan
TERMINOLOGI
1. Suatu teknik untuk membuat lahan agar supaya
menghasilkan satwaliar setiap tahun utk keperluan
rekreasi (leopold 1933)
2. Suatu proses yg membuat lahan dan air agar
menghasilkan tumbuhan dan satwaliar yang lestari
(Trippensee 1948)
3. Suatu ilmu dan seni yg memanipulasi adanya perubahan
dan interaksi antara habitat dengan populasi satwaliar utk
mencapai tujuan pengelolaan yg sudah ditetapkan, yaitu
agar mereka dpt hidup dan berkembang biak secara
normal (Giles 1969)
4. Seni yg bertujuan utk menghasilkan lahan yang mampu
menghasilkan populasi satwaliar yang sehat ) & sejahtera
(Welfare)( Bailey 1984)
Drs. Tatang S. Erawan
Tujuan Pengelolaan
Untuk Meningkatkan Ukuran Populasi, Terutama
bagi jenis-jenis yang kondisi dan penyebarannya
makin tertekan
Untuk Manajemen sejumlah individu dari suatu
populasi berdasarkan prinsip kelestarian hasil,
sehingga individu-individu yang tertinggal
mempunyai potensi untuk mencapai produktivitas
yang maksimum, mis: pada penangkaran satwa
liar
Untuk mengurangi individu yang jumlahnya
berlebihan, mis: Pengelolaan pada taman nasional
dan suaka marga satwa
Drs. Tatang S. Erawan
Tujuan Pengelolaan
Faktor Status Kawasan (cagar alam,
suaka marga satwa, taman buru,
taman wisata, taman nasional,
hutan produksi).
Faktor Keadaan Populasi dan
Penyebarannya.
Faktor Permasalahan Satwa Liar
Drs. Tatang S. Erawan
PROSES PENGELOLAAN
Drs. Tatang S. Erawan
DINAMIKA PENGELOLAAN
Pengelolaan Satwa liar merupakan suatu proses
yang dinamik, dan berkembang sesuai dengan
lingkungannyaserta tanggapan masyarakat
Dinamika Sejarah Perkembangan Satwa Liar (Leopold,
1933)
‡Pembatasan Pungutan
‡Melakukan Pengendalian sistem persaingan
‡Penentuan daerah suaka marga satwa
‡Peningkatan stok populasi dan penangkaran
‡Pengelolaan Habitat
Drs. Tatang S. Erawan
Beberapa Hal Penting yang harus diperhatikan
dalam Mengelola Satwa Liar
Jenis Satwa Liar yang dikelola,
Komposisi Jenis Satwa Liar,
Kepadatan Populasi,
Kondisi Habitat,
Kondisi Musim,
Letak Tempat Perlindungan terhadap Pusat-pusat Penduduk dan Industri
Tingkat Kesadaran Masyarakat dan Aparat
Pemerintah
Drs. Tatang S. Erawan
Perjanjian Internasonal tentang Satwa Liar
 CITES, Convention on International Trade in Endangered Species of
Wild Fauna and Flora.Tujuan: Untuk Pengendalian perdagangan
hidupan liar yang terancam kepunahan maupun bagian-bagiannya.
 CMA, Convention on the Conservation of Migratory Species of Wild
Animals, Tujuan: Untuk mengembangkan mekanisme kerjasama
internasional dalam rangka konservasi dan pengelolaan spesies -spesies yang memerlukan migrasi, dan untuk melakukan identifikasi
adanya spesies-spesiaes yang migrasi yang memerlukan perhatian
khusus.
 RAMSAR, Convention on Wetlands of International Importance
Especially as Waterfowl Habitat, Tujuan: Menahan Kehilangandaerah
rawa-rawa dan melindunginya karena fungsinya sangat penting bagi
proses ekologi disamping kekayaan flora dan faunanya yang tinggi
 ICRW, InternationalConvention for the Regulation of Whaling. Tujuan;
Melindungi jenis-jenis ikan paus yang langka dan terancam punah.
Drs. Tatang S. Erawan
Kemitraan dengan Konvensi
CITES berkolaborasi secara langsung dengan sejumlah
Konvensi, seperti :
 Konvensi Keanekaragaman Hayati
 Konvensi Basel
 Ramsar
 Konvensi  Species Migrasi
 Konvensi Internasional pada Peraturan
tentang Paus
Drs. Tatang S. Erawan
KEMITRAANDENGAN ORGANISASI INTERNATIONAL
IUCN
TRAFFIC Network
Interpol
UNEP-World
Conservation
Monitoring Centre
World Customs
Organization
Drs. Tatang S. Erawan

0 komentar " ", Baca atau Masukkan Komentar

Post a Comment

Bantu dengan klik

Please Click Here!!