Bantu Kami Dengan Melihat Iklan Sponsor

Cari Blog Ini

Memuat...

Bantu dengan klik

Translate any text document as you type it.

Fish

inilah negara pengunjungku

linkreferral

or free web site traffic and promotion

linkreferral

Taman Lumut Cibodas: Koleksinya Terbanyak di Dunia! | Indonesia Berprestasi

Taman Lumut Cibodas: Koleksinya Terbanyak di Dunia! | Indonesia Berprestasi: "taman lumut yang berada di kawasan Kebun Raya Cibodas, Sindanglaya, Cipanas, Cianjur."

'via Blog this'

Taman Lumut Cibodas: Koleksinya Terbanyak di Dunia!

This post has 434 views
avatar

Tentang Kontributor:

indonesiaberprestasi telah memposting 1852 tulisan lainnya.


JIKA sebuah taman ditanami aneka bunga, itu sudah biasa. Namun, jika sebuah taman ditanami aneka lumut (Bryophyte), itu yang luar biasa. Keluarbiasaan inilah yang bakal Anda temukan tatkala bertandang ke taman lumut yang berada di kawasan Kebun Raya Cibodas, Sindanglaya, Cipanas, Cianjur.

Dengan areal seluas 2.500 meter persegi, Taman Lumut Kebun Raya Cibodas saat ini menyimpan lebih dari 235 jenis lumut. Taman yang diresmikan pada bulan April 2006 ini persisnya terletak di blok X Kebun Raya Cibodas, sekitar 600 meter dari gerbang utama.Lokasinya tidak jauh dari Taman Bunga Bangkai dan Taman Paku-pakuan dengan kondisi tanah miring, datar, dan berair, ternaungi dan terbuka.

Saat kaki kita melangkah memasuki Taman Lumut Kebun Raya Cibodas yang berada tidak jauh dari kaki Gunung Gede-Pangrango ini, mata kita akan langsung disuguhi pemandangan serbalumut. Di depan, belakang, di sisi kanan, dan kiri kita, lumut bertebaran di mana-mana. Nuansa hijau, lembab, basah, dan dingin begitu terasa. Unik sekaligus memesona.

Dengan menerapkan rancangan cultivated landscape, yaitu pembentukan terasering atau petak-petak yang dibatasi jalan kecil dan kolam kecil, aneka lumut ditata sedemikian rupa. Ada yang menempel di batang pohon, ada yang menempel di batu-batu, tembok, dan ada pula yang tumbuh di tanah.

Sebagian besar lumut yang berada di Taman Lumut Kebun Raya Cibodas adalah lumut lokal yang tumbuh di sekitar kawasan Kebun Raya Cibodas. Sebagian lainnya diperoleh dari daerah Sumatra dan Kalimantan.

Situs web Kebun Raya Cibodas, www.krcibodas.lipi.go.id, menyebutkan, salah satu tujuan dibuatnya taman lumut ini adalah untuk memperkuat fungsi dan tugas utama Kebun Raya Cibodas dalam bidang konservasi secara eks situ. Selain itu, taman ini dimaksudkan sebagai sarana pendidikan, penelitian, pengembangan, dan rekreasi sekaligus meningkatkan nilai konservasi keragaman jenis-jenis lumut dan apresiasi masyarakat terhadap keragaman lumut.

Menurut Botanic Gardens Conservation International (BGCI), lembaga amal bagi konservasi tanaman yang bermarkas di London, Inggris, Taman Lumut Kebun Raya Cibodas tercatat sebagai taman lumut satu-satunya yang terbesar dan memiliki koleksi lumut terbanyak di dunia.

Beberapa negara lain memang ada yang memiliki taman lumut, seperti Jepang dan India. Namun, areal taman lumut di kedua negara tersebut tidak seluas Taman Lumut Kebun Raya Cibodas. Di samping itu, koleksi lumutnya pun minim. Taman lumut Kokedera di Kyoto, Jepang, misalnya, hanya memiliki koleksi sebanyak 22 jenis lumut. Sementara itu, taman lumut milik The National Botanical Research Institute di India baru memiliki koleksi 18 jenis lumut.

Tempat lembab

Secara ekologis, lumut sangat bergantung pada kelembapan untuk bisa tumbuh dengan baik lantaran tumbuhan ini mendapatkan zat-zat makanannya dari udara. Oleh karena itu, secara umum tumbuhan ini lebih menyenangi tempat-tempat yang lembab. Untuk bisa bertahan, beberapa jenis lumut memiliki metode khusus untuk menyiasati masa kering berkepanjangan.

Di dunia ini diperkirakan terdapat sekitar 4.000 spesies lumut. Dari jumlah tersebut, setengah di antaranya tumbuh di Indonesia. Secara taksonomi, tanaman lumut berada di antara tanaman Alga dan Pterodophyta. Lumut dibagi menjadi tiga kelas yaitu Musci (Moss), Hepaticae (Liverwot) dan Anthocerotae (Hornwort). Lumut menyukai tanah dengan keasaman antara 5,0 dan 6,0. Tanaman ini tidak bakal tumbuh jika keasaman tanah melebihi dari 6,5.

Menurut Rifki Sungkar (2006), lumut mempunyai struktur yang sederhana. Perkembangbiakannya secara vegetatif melalui potongan tubuhnya yang menyebar terbawa oleh angin atau dipungut oleh burung untuk membuat sarang.

Meski keberadaannya kerap dianggap sebelah mata oleh kebanyakan orang lantaran dinilai tidak menarik, lumut sesungguhnya memiliki sejumlah manfaat penting bagi lingkungan dan khazanah medis. Manfaat lumut antara lain sebagai penyedia oksigen, penyerap air, dan penyerap zat-zat pencemar (polutan).

Beberapa jenis lumut bahkan kini telah diketahui memiliki manfaat sebagai bahan obat alami untuk mengobati beberapa jenis penyakit. Di antaranya adalah lumut jenis Marchantia sp. yang digunakan sebagai bahan obat untuk penyakit hepatitis dan lumut jenis Spaghnum sp. yang berkhasiat sebagai obat penyakit kulit serta penyakit mata.

Sayangnya, meski saat ini Kebun Raya Cibodas telah memiliki taman lumut terbesar dengan koleksi terbanyak satu-satunya di dunia, sejauh ini Indonesia justru masih kekurangan pakar untuk masalah perlumutan. (Djoko Subinarto, penulis lepas, tinggal di Cimahi)

Sumber: Pikiran Rakyat


Leave a Reply

Switch to our mobile site

0 komentar:

Poskan Komentar